PENGUMUMAN

Diberitahukan untuk seluruh pembaca Kumpulan Cerpen Terjemahan,


Kini blog KCT akan pindah ke alamat berikut>> https://cerpenterjemahan.wordpress.com/


Untuk selanjutnya, kami akan memposting cerpen baru di sana. Segera setelah kami selesai mengedit cerpen yang lama, dan merepost ke halaman yang baru, blog ini akan kami hapus.


Terima Kasih dan sampai jumpa di halaman yang baru. ^^

Town of Cats

TERSESAT DI KOTA KUCING

Haruki Murakami

Di stasiun Koenji, aku menaiki salah satu kereta cepat jalur Chuo. Gerbong yang aku tempati kosong, dan aku satu-satunya penumpang di gerbong tersebut. Hari ini aku tidak memiliki rencana atau kegiatan apapun sehingga aku dapat pergi ke manapun dan melakukan apapun sesuka hatiku. Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, dan karena sekarang adalah musim panas, udara di sekitarku terasa sangat menyengat.

Kereta melaju melewati Shinjuku, Yotsuya, Ochanomizu, dan akhirnya tiba di Stasiun Pusat Tokyo. Semua penumpang berhamburan keluar kereta, begitu juga aku. Dengan langkah santai aku menuju ke sebuah bangku yang berada di sudut taman stasiun. Aku duduk sambil menjulurkan kedua kakiku yang terasa sangat penat karena lelah seharian dalam perjalanan panjang dari sebuah tempat terpencil yang tenang bernama Shibuya menuju kota metropolitan Tokyo.

The Bet

[Taruhan]
 
Anton Chekhov

Di suatu malam, di musim gugur, seorang banker yang telah berusia lansia berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya. Dia mengingat-ingat kembali sebuah pesta yang diadakannya pada malam yang sama lima belas tahun yang lalu. Di sana berkumpul banyak pria cerdas dan mereka membicarakan hal-hal yang sangat menarik, di antaranya adalah topik tentang hukuman mati. Kebanyakan tamu yang berasal dari kalangan jurnalis dan cendikiawan menolak adanya hukuman mati. Mereka berpendapat bahwa bentuk hukuman seperti itu kuno, tidak bermoral, dan tidak sesuai dengan Negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Kristen. Lanjut mereka, hukuman mati seharusnya digantikan dengan hukuman seumur hidup. “Saya tidak setuju dengan Anda,” sanggah sang banker yang menjadi tuan rumah pada saat itu. “Saya memang belum pernah mencoba hukuman mati ataupun hukuman seumur hidup, tapi berdasarkan sebuah teori, hukuman mati lebih bermoral dan manusiawi dibandingkan hukuman seumur hidup. Hukuman mati membunuh seseorang secepat kilat, namun hukuman seumur hidup membunuh seseorang pelan-pelan. Algojo mana yang menurut Anda lebih manusiawi; yang membunuh Anda dalam hitungan detik atau yang membunuh Anda dalam hitungan tahun?”

A Scandal In Bohemia

[Skandal Keluarga Kerajaan Bohemia]

Arthur Conan Doyle

Dia adalah satu-satunya wanita yang istimewa. Baginya, dialah wanita yang paling sempurna di antara kaumnya. Namun bukan berarti Holmes jatuh cinta kepadanya. Asmara sangat tidak cocok dengan pemikirannya yang dingin dan tajam. Aku yakin dia adalah mesin pemikir dan pengamat yang paling sempurna di dunia ini, namun dia tidak cocok dengan hal-hal seperti asmara. Setiap kali dia berbicara tentang asmara, dia selalu menjelaskannya dengan kesan mengejek. Dia hanya menggunakan asmara sebagai alat untuk menyingkap motif dan tindakan seseorang. Tapi bagi dirinya sendiri, hal-hal seperti itu malah akan mengacaukan seluruh pemikirannya. Baginya pasir di dalam instrumen musik yang sensitif atau retakan pada kaca pembesarnya tidak terlalu mengganggu dibandingkan dengan memiliki perasaan yang meluap-luap. Walaupun begitu, ada seorang wanita yang diakui olehnya, dan wanita itu adalah Irene Adler.

Cannibalism In The Cars


[Pembantaian di Dalam Kereta]
 
Mark Twain

Baru-baru ini aku mengunjungi St. Louis, dan dalam perjalananku ke sana, setelah transit kereta di Terre Haute, Indiana, seorang pria paruh baya yang berumur sekitar empat puluhan atau lima puluh, duduk di dekatku. Kami berbincang sekitar satu jam mengenai berbagai topik menarik, dan kusadari bahwa pria ini sangat cerdas dan humoris. Ketika aku mengatakan bahwa aku berasal dari Washington, dia segera bertanya mengenai berbagai figur politik dan perkembangan terbaru di Kongres. Dari caranya bertanya, pria ini pasti sangat mengenal kehidupan politik di ibu kota, bahkan sampai gaya hidup, adat istiadat, dan sistem birokrasi Senat dan Wakil Rakyat di gedung legislatur nasional. Tak berapa lama kemudian, ada dua pria yang berhenti di dekat kami dan seseorang di antara mereka berkata pada temannya; “Harris, kalau kau mau melakukannya untukku, aku tidak akan pernah melupakan jasamu.”

Indahnya Tulip di Keukenhof


By Nila Kadek Utami
 
Aku terbangun di siang hari dengan suasana sepi disekelilingku.

Aku yakin kemarin adalah siluet gelap ketika kedua mata elangku seperti merobek - robek sebuah bintang yang tersembunyi diantara cabang - cabang pohon firtree dan melemparkan kerikil - kerikil tajam di samping bahuku ketika api kebakaran itu menari - nari di oven, memanggang dengan sempurna, menebarkan keharuman bau roti hangat dan pound cake, dan akan lebih yummy jika dicampur dengan saos buah segar, seperti bayangan tersembunyi dalam kedamaian dan kesunyian alam di ladang bunga tulip ketika musim dingin datang dengan udara segar menghiasi pohon - pohon Natal yang cantik, bola - bola kecil dibungkus kertas timah memantulkan cahaya keperakan, sementara lampu - lampu kecil berkerlap - kerlip bak bintang -bintang di atas langit malam, api yang membakar oven dan musim dingin bersatu dan akhirnya membeku di dalam gelap.

Aku beranjak dari tempat tidur, hari ini Minggu dan aku tidak mempunyai kegiatan khusus setelah pesta akhir pekan kemarin yang aku ikuti dengan beberapa teman disalah satu vila orang tua temanku Karen yang terletak di pinggir taman nasional Hoga Veluwe. Semua tidak ada yang istimewa dalam pesta itu, hanya kami beberapa pasang merpati muda tengah asyik menikmati suasana pesta sederhana, dengan aneka hidangan lezat khas Belanda dan tentu saja beberapa botol wine terkenal dunia yang menjadi salah satu minuman favorit papa Karen di luar negeri, diselingi sentuhan dan beberapa ciuman kecil sempat membuat aku sempoyongan ( sedikit mabuk ) lalu Bob mengantarkan aku pulang hampir menjelang dini hari.